Lampung Selatan – Ratusan pengunjuk masyarakat mayoritas emak – emak didesa Sidomukti kecamatan Tanjung Sari kabupaten Lampung Selatan gelar unjuk rasa, mereka menuntut Supriyati dibebaskan, hal itu sebagai bentuk protes dari tuntutan jaksa 1 tahun 4 bulan dengan denda 50 juta di anggap berlebihan, Sabtu (2/8/2025).
Mereka melakukan unjuk rasa membawa berbagai tulisan di sebuah karton intinya meminta Supriati dibebaskan. Sutarman salah satu pengunjuk rasa mengatakan tuntutan terhadap Supriyati sangat berlebihan. “Saya tahu tuntutan dari media. saya merasa Ibu Supriyati banyak membantu, banyak melakukan hal baik untuk warga. Kami minta beliau di bebaskan,” ungkapnya.
Hal senada juga di utarakan Eka, menurutnya Supriyati sebelum menjadi anggota DPRD Lamsel dari dapil 6, Ia sudah banyak membatu masyarakat. Eka merasakan pernah di bantu saat akan melahirkan.” Saya masih ingat, sewaktu Bu Supriyati membantu saya akan melahirkan, dari dari tenaga, materi sampai kendaraan, beliau bantu,” terang Eka.
Unjuk rasa tersebut berlangsung kurang lebih selama 3 jam dan bertempat di lapangan dusun 2 desa Sidomukti. Adapun Inti dari unjuk rasa masyarakat itu supaya Supriyati dibebaskan. Karena meraka tidak terima, jika Supriati di hukum.
Menurut masyarakat setempat, nama Supriati sudah harum jauh sebelum Ia menjadi anggota DPRD. Apa lagi masyarakat didesanya yang menyebut Supriati memang sudah lama mewakili masyarakat sebelum menjadi wakil rakyt. ” Sudah bertahun tahun lamanya, masyarakat mengandalkan Bu Supriyati dalam hal apapun. Jadi kami pustuskan ikut berjuang,”
Melihat dukunga keras yang diberikan oleh masyarakat dari dapilnya, Supriyati mengaku terharu. Dan terkait tuntutan masyarakat yang meminta dia dibebaskan, Ia berharap permintaan masyarakat itu bisa didengar. Dia mengaku tidak melakukan kesalahan dan merugikan pihak manapun.
“Bisa dibilang saya ini korban. Sekarang saya sudah cukup bahagia karena mendapatkan dukungan masyarakat yang mencintai saya,” katanya.
Soal bantuan yang telah dia berikan selama ini untuk masyarakat, Ketua Srikandi PDI Desa Sidomukti ini kembali mengingat memori ketika membantu masyarakat di zaman dulu. Tepatnya sejak program gakin (Keluarga Miskin) yang menjadi cikal bakal Program Jamkesmas.
“Saya tahu rasanya berobat tidak punya biaya, saya sudah merasakannya. Jadi sejak saat itu saya berniat membantu sebisa saya,” katanya.
Supriyati bilang kalau langkahnya menjadi anggota DPRD Lamsel datang dari dukungan masyarakat. Setelah semua yang dilakukan oleh Supriyati, dia ingin dengan duduk di kursi legislatif bisa membantu lebih banyak orang lain. Khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Kalau tidak bisa membantu, saya merasa punya beban. Makanya saya adakan program layanan antar-jemput gratis menggunakan mobil pribadi,” katanya.
(Ran/gus)


















