Opini  

Suasana hari raya dan Open house saat idul fitri, di kota kecil sejuta cerita ‘kalianda.

Lampung selatan – Suara takbiran idul fitri berkumandang di setiap arah, terdengar suara Toa melantukan Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, baik dari lantuan suara orang tua, pemuda bahkan suara anak – anak yang begitu ramai dengan riang gembira didalam mesjid, ada pula melantunkannya dengan pawai guna menyambut datangnya hari raya umat muslim yang setiap tahun di rayakan.

Hari raya idul fitri merupakan hari raya agama islam, dimana diawali berpuasa dibulan Ramadhan, bulan Ramadhan  merupakan salah bulan suci bagi umat Islam.1 syawal adalah hari raya idul fitri, pengertian syawal sendiri adalah bulan kesepuluh kalender Hijriah dan Pada tanggal 1 Syawal umat Islam merayakan idul fitri, setelah menjalani puasa pada bulan sebelumnya yakni bulan Ramadhan. perayaan idul fitri akan di awali sholat Id 2 raka’at yang mana dilaksankan pada pagi hari, terkadang ada kebiasaan riungan/makan bersama setelah sholat idul fitri di area masjid, dengan masing-masing jema’ah membawa makanan dari rumah untuk di hidangkan dan makan bersama – sama.

*Open house pasca lebaran ,bercengkerama *


Open house Lebaran adalah sebuah istilah untuk menyambut kondisi dimana seseorang “membuka rumah” atau menyambut kedatangan siapapun selama hari raya Idul Fitri berlangsung.Open house sendiri biasa ditujukan untuk bersilaturahmi & bercengkerama, baik bersama keluarga maupun tetangga.

Dalam bersilaturahmi dan bercengkerama disini lah letaknya keindahan kegembiranan bisa berkumpul sembari menikmati hidangan ketupat dengan dipadukan opor ayam, segala jenis makanan di sajikan, baik makanan cemilan, sampai berbagai masakan khas masing – masing ibu rumah tangga.

Pada masa Open house dan bersilaturahmi akan ada kegembiraan tersendiri di mata anak – anak, dimana pada saat berkunjung dan bersalaman ada kebiasaan yang tua atau yang punya rumah akan memberikan sejumlah uang ala kadarnya atau bisa disebut juga tunjangan hari raya (THR), meski bahasa THR sendiri merupakan bahasa untuk para pekerja baik dipemerintahan atau swasta yang mendapatkannya dari sebuah aturan ketenagakerjaan.

Hari raya idul fitri juga tempat berkumpul sanak saudara, baik dari luar kota maupun yang tinggal seputaran daerah tersebut. Pada hari lebaran juga biasanya terdapat libur panjang, hal itulah Yang membuat lonjakan arus mudik disetiap daerah, para pekerja di kota bisa mudik dengan anak -anaknya sembari liburan kekampung halamannya. Mudik  merupakan bahasa daerah, dan sebuah singkatan ‘mulih dillik’ atau pulang sebentar.

*Liburan pasca hari raya *

Foto by amrin 

 

Seperti pada tahun – tahun sebelumnya dimana pada H+3 dan H+4  hari raya idul fitri, tempat wisata melonjak ramai di kunjungi oleh wisatawan lokal dan wisatawan dari kota lain, baik wisata bahari,wisata alam dan wisata religi.

Pada hari itu biasanya wisatawan lokal dan luar daerah akan membawa keluarga nya ke beberapa tempat wisata, baik ke pantai, wisata alam ( pemandian air gunung dan pemandian way belerang ),  ada pula yang membawa liburan kebun atau ladang milik keluarga.

Saat liburan lebaran idul fitri perputaran ekonomi didaerah naik,  dimana tempat wisata banyak di kunjungi, berbelanja makan khas daerah guna di bawa untuk oleh – oleh ketika kembali ke kota.

(Gus).