Reses di Kalianda, H. Aribun Sayunis Serap Aspirasi Masyarakat. Dan Berikan Solusi 

Lampung Selatan – Sekertaris Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, dari Fraksi PDIP Dapil II H. Aribun Sayunis S.Sos.,M.M menggelar reses tahun 2026 di desa Sukatani kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan. Adapun kegiatan itu bertema “Menyerap Aspirasi Masyarakat”, Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dikantor desa setempat itu, selain dihadiri puluhan masyarakat sekitar juga dihadiri oleh kepada desa dan jajarannya. Dalam sambutanya H. Aribun Sayunis mengatakan, Ia hadir untuk mendengarkan aspirasi masyrakat yang hadir, sesuai dengan bidangnya di komisi ll.

“Saya hadir disini, sesuai fungsi dan tugas yakni, menyerap aspirasi dibidang komisi ll, nanti usulan Bapak dan Ibu akan saya tulis. Kemudian akan saya bawa di DPRD Provinsi Lampung menjadi program di tahun 2027. Insya Allah akan saya perjuangan,” terang H. Aribun

Diketahui, komisi ll Provinsi Lampung membidangi Pertanian, Perikanan, Kelautan, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Pariwisata, UMKM, Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian dan lainnya

Selaku kepala desa Sukatani Lagiman menyampaikan kepada masyarakat yang hadir untuk menyampaikan asiprasi atau harapan kepada DPRD Provinsi itu secara langsung. Dalam pertemuan itu pula Lagiman menyampaikan tentang jalan pertanian yang menurutnya perlu di perbaiki.

“Masyarakat kami ini kebanyakan bidang Pertanian, mohon kiranya pak Dewan untuk dapat menyampaikan dan memperjuangkan agar adanya pembangunan jalan dan juga jembatan usaha tani,” ungkap Lagiman.

Sementara Sutinah mengeluhkan tentang harga gabah disaat musim panen dan pada waktu mendekati lebaran. Menurutnya pada waktu itu harga gabang tidak sesuai harapan. Ia berharap kepada Aribun sebagai DPRD Provinsi Lampung di komisi II, dapat mengawasi dan memantau  supaya saat musim panen Petani tidak merugi.

“Kami minta anggota Dewan melakukan pengawasan terkait harga saat musim panen. sebenarnya masyarakat cinta pertanian. Tapi kadang ketika penen harganya murah, kami rugi. Jika pemerintah bisa menata harga mungkin cinta pertanian itu akan tumbuh pada generasi muda,” ungkapnya.

Seketaris Komisi ll DPRD Provinsi Lampung itu pun menjawab keluhan dan permintaan masyarakat tersebut. Soal jalan usaha tani H. Aribun itu meminta masyarakat untuk membuatkan proposal, meski menurutnya tahun ini untuk jalan usaha tani agak sulit di realisasikan karena angaran dari pusat ada pemangkasan, namun dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.

Dan terkait tentang harga, Putra kelahiran Palas Pasmah itu menyampaikan kemungkinan para petani punya perjanjian yang tidak mengikat dengan tengkulak atau suplayer, jadi kata Aribun pihaknya susah untuk melakukan bantuan. Karena adanya perjanjian tidak mengikat. Ia pun memberikan contoh soudaranya yang menjual dibawah harga HET.

“Adek saya sendiri tak bisa menjual dengan harga HET. Karna kata adek saya, ketika musim tanam kurang pupuk, akhirnya pinjam dengan suplayer dengan perjanjian gabah dibeli dengan harga Rp. 6200. Jadi sudah ada perjanjian dengan pembelinya,” terangnya. Politukus PDIP itu memberikan salah satu solusi, jika kejadian serupa. Ia meminta agar tidak meminjam pupuk dari suplayer.

Lanjut, Ia pun menyarakan jika kekurang modal saat musim tanam agar dapat meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank karena menurut H. Aribun selain berbunga rendah juga meminjam KUR tanpa jaminan.

“Pemerintah sudah menyiapkan pinjaman dan jemput bola untuk para petani, berbunga rendah, jadi tidak usah lagi pinjam ke tengkulak,” jelasnya. Ia menyampaikan itu agar kedepan para petani mendapat menjual dengan harga semestinya dan tidak meras dirugikan. Nampak terlihat masyarakat tepuk tangan serempak.

Dewan Provinsi itu juga mengenalkan serta mengatakan pupuk cair organik  telah di coba di kabupaten lain, dimana pungsinya dapat meningkat 15% dan mengurangi pupuk kimia. Ia mengatakan apakah masyarakat siap jika diberikan pelatihan untuk membuat pupuk cair. Terdengar suara mengatakan siap. Ia pun lagi meminta masyarakat untuk membuat proposal dan diberikan padanya.

“Kami ada program 1000 titik dari Provinsi Lampung untuk pembuatan pupuk cair organik. Agar bapak ibu bisa dilatih melalui dinas ketahanan pangan. Untuk itu buatkan proposalnya, teruskan ke saya,”pintanya.

(Gus)