BANDAR LAMPUNG – Persiapan tim tenis meja PWI Lampung menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) terus dimatangkan. Selain menggenjot latihan rutin, tim pelatih mulai memetakan karakter permainan calon lawan, khususnya daerah-daerah yang dikenal memiliki atlet dengan teknik menggunakan karet bintik.
Koordinator sekaligus penanggung jawab Tim Tenis Meja PWI Lampung, Sodugaon Sinaga atau akrab disapa Bang Edo, mengatakan program pemusatan latihan dan try out menjadi bagian penting untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus kemampuan teknis atlet.
Menurutnya, persaingan pada cabang olahraga tenis meja Porwanas mendatang diprediksi berlangsung ketat. Sejumlah daerah seperti Yogyakarta dan Bandung menjadi perhatian karena memiliki atlet dengan kemampuan dan karakter permainan yang kuat.
“Lawan kita nanti, terutama dari Jogja dan Bandung itu berat-berat. Mereka banyak menggunakan karet-karet bintik yang karakternya kalau dipukul bolanya turun. Jadi dari sekarang kita latih untuk mengantisipasi servis maupun serangan dari karet bintik,” ujar Bang Edo, Senin (10/8/2026).
Dengan total tujuh medali emas yang diperebutkan, tim tenis meja Lampung memasang target tinggi. Mereka membidik sedikitnya lima medali emas, masing-masing tiga emas dari kategori IKWI dan dua emas dari kategori PWI putra.
“Ya minimal kita bisa dapat lima lah, dengan asumsi tiga dari IKWI dan dua dari PWI putra. Sehingga kita bisa dapat lima medali emas dan kita berharap di Porwanas ini bisa menjadi juara umum sebagai tuan rumah,” tegasnya.
Bang Edo juga mengapresiasi kedisiplinan para atlet yang mayoritas berasal dari Bandar Lampung. Sejak latihan dimulai, para atlet dinilai menunjukkan komitmen untuk mengikuti program yang telah disusun tim pelatih.
“Kita sudah minta supaya mereka disiplin. Alhamdulillah jam 09.10 mereka sudah hadir di sini. Manajernya sangat semangat men-support, jadi kita sebagai tim juga harus betul-betul komitmen mendukung cita-cita meraih medali emas ke depan,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Tenis Meja IKWI, Joko Pratiknyo, mengatakan latihan rutin digelar tiga kali dalam sepekan. Setiap sesi latihan juga disertai evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan atlet.
Saat ini, tim pelatih masih memprioritaskan pembenahan teknik dasar, terutama kemampuan melakukan servis dan menerima servis lawan.
“Utamanya latihan secara rutin dulu seminggu tiga kali, kemudian kita mencoba memperbaiki dan melakukan evaluasi setiap minggunya. Ada peningkatan, tapi ada teknis-teknis yang memang harus disempurnakan, terutama dalam servis dan menerima bola servis,” jelas Joko.
Ia menjelaskan, tiga bulan pertama akan dimanfaatkan untuk membangun dan memperkuat pemahaman teknis para atlet. Setelah kemampuan dasar dinilai semakin matang, program latihan akan ditingkatkan dengan penguatan fisik dan memperbanyak uji tanding.
“Kita berharap tiga bulan awal ini ada peningkatan. Nanti ketika mendekati pertandingan, baru kita push dan perbanyak berlatih tanding dengan teman-teman yang sudah memiliki jam terbang tinggi,” pungkasnya.(Feri-Tim Humas Porwanas)


















