Lampung selatan – Proyek perbaikan jalan di desa Canti kecamatan Rajabasa, Lampung selatan yang diduga milik dinas PUPR provinsi Lampung, seperti proyek siluman hal itu tidak nampak adanya papan proyek dan tidak ada yang tahu siapa rekanan dinas Provinsi tersebut, Rabu (28/8/2024).
Dari pantau lapangan pada Jumat 23/8/2024 lalu, terlihat para pekerja yang sibuk mengatur lalu lintas namun tak semua menggunakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Saat awak media menanyakan kepada salah satu para pekerja, ia yang mengaku bernama Yogi bagian Logistik, Yogi mengatakan tidak tahu siapa rekanannya namun ia hanya menyebutkan sebuah nama perusahan dan pekerjaannya.
“Perusahannya PT. BUMI LAMPUNG PERSADA, kalau siapa yang punya saya ga tahu, disini saya hanya mencatat solar masuk dan keluarnya saja,” ungkap Yogi saat jam istirahat, Jumat 23/8/2024.
Lanjut, saat tim menanyakan kepada pekerja terkait papan proyek, Yogi mengatakan ada tapi belum dipasang. terlihat sebelumnya Yogi dan para pekerja lainnya tidak menggunakan kelengkapan K3, dimana ia pada waktu pertama kali hanya mengatakan ia sebagai helper.
Terpisah, salah satu masyarakat yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, jika dirinya pernah menanyakan kepada pemerintahan desa terkait siapa rekanan atau pihak yang sedang mengerjakan pekerjaan jalan tersebut, Pemdes juga mengatakan tidak tahu.
Salah satu tokoh masyarakat adat kecamatan penengahan, Karya Din mengatakan jika sebuah perkerjaan pemerintah yang menggunakan anggaran negara harus jelas asal usul pekerjaan karena baik Papan anggaran mau pun siapa pelaksana Lapangannya.
“Bingung juga dinda, sapa ini yang punya, pelaksana tidak ada, bagaimana kita harus komonikasi kalau yang ada hanya pekerja, Papan Proyeknya tidak ada, ga jelas ini,” ungkapnya saat lewat di proyek PUPR Lampung itu ( Selasa 27/8/2024).
Dari awal awak media mengunjungi pekerjaan jalan tersebut yakni pada tanggal 23/8 hingga tanggal 27/8 masih hanya sebagian pekerja yang menggunakan K3 dan belum nampak juga papan proyek meski kata Yogi mengatakan ada hanya belum di pasang.
Namun pada tanggal 27 /8/ 2024, di dapat jika yang bernama yogi juga menggunakan nama Dika, hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu pekerja, untuk menemui Dika, pas awak media meminta menunjukan yang bernama Dika, ternyata Yogi.
Dan dari informasi yang didapat pekerjaan tersebut dimulai dari tanggal 16 agustus, namun sayang nya papan proyek belum di pasang, juga nampak pekerja sebagian tak memakai ( alat pelindung diri (APD).
(Gus)



















