Dari Kalianda menuju Kalimantan. Kisah Wahyu menjadi anggota Brimob

Lampung Selatan – Momen haru penuh kebanggaan meliputi keluarga Rusnan dan Sumiyati, saat putra keduanya Aden Wahyu Ramadani resmi diterima sebagai anggota kepolisian Republik Indonesia. Dimana Ia menempati peringkat ke 12 se- Provinsi Lampung. Dan kini Ia mulai melanjutkan pendidikan di kalimantan, Rabu  (30/7/2025).

Buah manis dari perjuangan, kegigihan serta Keteladanan Rusnan dan Sumayati, menjadi kebanggaan tersendiri dari keluarga besar M Kasim Karya Lanang Jaya. Bertempat di desa Negeri Pandan kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan, Wahyu dibesarkan dengan kesederhanaan dan didikan kedua orang tua, serta dukungan dua kakanya, kini Ia menggapai impiannya menjadi anggota kepolisian.

Sebagai tanda rasa syukur dan bahagia atas keberhasilan anaknya, keluarga sederhana itu, menggelar acara syukuran. Sunandar paman Wahyu, mengungkapkan rasa kebanggaannya. Ia juga menceritakan bagaimana perjuangan Wahyu dalam himpitan ekonomi, namun Ia bisa membuktikanya, kini Ia menjadi Inspirasi bagi semua pemuda, dalam kesederhanaan mampu meraih impiannya.

“Rasanya bahagia sekali, dan bangga pada Wahyu, kaka Rusnan dan kaka Sumayati. Semoga keponakan ini, di lancarakan dalam pelatihannya dan semoga tambah sukses,” ungkap Nandar, sembari matanya memadangi Foto Wahyu di Handphone yang digenggam.

Diketahui, Aden Wahyu Ramadani merupakan Putra kedua dari tiga bersaudara, dimana saudara pertamanya Rararasela telah menikah dan menjadi ibu rumah tangga. Sedangkankan Chrisnandi Pranata saudara keduanya turut sang ayah. Menurut Sunandar kedua saudara Wahyu itu juga bangga dengan adik bungsunya itu.

Lebih rinci Sunandar menceritakan perjalan keponakannya itu, yang tanpa sepengetahuan keluarga, Wahyu dengan modal keberanian  berjalan mendaftarkan diri ke Polda  Lampung. “Pada suatu hari wahyu menceritakan pada ayahnya Ia sudah mendaftar Tamtama Brimob di Polda Lampung, dan masuk 12 besar. Lalu pihak keluarga pun mulai mendampingi hingga Wahyu di nyatakan lulus,” ungkapnya dalam bercerita.

Menurut Sunandar, Wahyu merupakan pemuda pendiam. Dengan tekad dan kemauan yang keras  membuat Ia percaya diri. Bahkan hanya bermodalkan ongkos ke Bandar Lampung Ia mencoba keberuntungannya. ” Menurut cerita Wahyu, untuk menghemat anggaran saja, Ia bahkan bermalam disebuah mesjid yang ada di bandar Lampung, guna mengikuti tes esok harinya,” tambahnya.

Tak lupa keluarga besar ucapkan terima kasih pada Polda  Lampung yang telah telah menerima Aden Wahyu Ramadani menjadi bagian kepolisian Republik Indonesia. ” Terima Kasih Tuhan yang maha Esa, serta pada pihak yang telah membatu baik doa serta dukungannya, sehingga Wahyu lulus secara murni,” ungkapnya.

 

(gus)