ASDP Cabang Bakauheni Siap Melayani Angkutan Lebaran 2026, Dan Akan Menerapkan Single Tarif

Lampung Selatan – PT Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (ASDP)  Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni, akan menerapkan sistem single tarif  guna memperlancar masa angkutan lebaran Idul Fitri 1447 H tahun 2026. Kamis (5/3/2026)

Dimana tarif ekskutif akan disamakan dengan tarif reguler mulai tanggal 23 sampai 29 Maret saat arus puncak. Penerapan single tarif dilakukan guna memperlancar, dan itu akan diatur oleh ASDP. Hal itu diungkapkan Partogi Tamba selaku GM ASDP cabang Bakauheni bersama puluhan awak media Lampung Selatan yang merupakan mitra ASDP di Ruang VIP kantornya.

Partogi menjelaskan perbedaan antara  single tarif dan diskon tarif, yakni jika single tarif suatu kebijakan dari pihak ASDP, sedangkan jika diskon tarif  dari Pemerintah, atau pemerintah yang memberikan diskon melalui ASDP guna memperlancar angkutan pengguna jasa dipenyeberangan ASDP.

“Jika nanti ekskutif kosong kita oper kesana, tapi kalau penuh atau sudah tinggi kita alihkan ke reguler. Nanti yang mengatur ASDP. Single tarif ini untuk memperlancar,” ungkap GM ini.

Selain itu, Ia juga menyampaikan kesiapan saat menghadapi arus mudik dan balik dipelabuhan Bakauheni. Seperti pada tahun sebelumnya dalam mengindari penumpukan dipelabuhan Bakauheni, pihak ASDP menambahkan pelabuhan alternatif BBJ, Wika Beton serta SMA. Dan menyiapkan 57 Kapal guna melayani penyeberangan pengguna jasa di lintasan utama Bakauheni – Merak Banten.

“Selain pelabuhan Bakauheni, ada juga pelabuhan alternatif. Nanti kendaraan besar khususnya logistik akan kita alihkan ke pelabuhan alternatif ini,” terangnya.

Adapun pengguna jasa yang dapat menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni meliputi pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, serta pick-up. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 sampai 19 Maret. Dan arus balik diperkirakan tanggal 25 hingga 26 Maret 2026. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah terkait libur nasional dan cuti bersama.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP menyiapkan tiga skema operasional, yakni skema normal, skema padat, dan skema sangat padat, yang akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan baik di kapal maupun di pelabuhan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” kata Partogi.

Tak lupa Ia berharap dukungan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat selama periode angkutan lebaran ini.

(**)