Kalianda – Sejumlah organisasi profesi jurnalis dan pegiat pers di Lampung Selatan menggelar aksi solidaritas bertajuk 1.000 Lilin, Renungan dan Doa Bersama untuk 5 jurnalis dan 3 Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang kontak saat melakukan perjalanan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, pada Senin, 7 September 2026 lalu.
Kegiatan renungan dan doa bersama tersebut dipusatkan di Tugu Pancasila, Kota Kalianda, Senin malam (21/9/2026), dengan dress code hitam sebagai tanda turut berduka. Aksi ini diinisiasi oleh sejumlah organisasi jurnalis, yakni PWI Lampung Selatan, SMSI dan JTI Krakatau Raya.
Selain puluhan wartawan, turut hadir Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, Ketua CSR Akbar Bintang Purtanto, Muslim Pranata ketua Siwo Lampung serta Direktur Dimensi Baru (DbFM) 93.0 FM Kalianda, Rudi Suhaimi. Aksi 1.000 lilin ini merupakan bentuk solidaritas, kemanusiaan, dan kebebasan pers untuk mengenang dan mendoakan para korban yang hingga kini masih dalam pencarian.
Diketahui para jurnalis yang hilang kontak saat melakukan perjalanan menaiki kapal KM Arupadatu I dari Pantai Carita, Banten. Adapun Delapan orang tersebut adalah:
1. Bagus Khoirunnas (Antara)
2. Ari Basuki (Merdeka.com)
3. Yudistiro Pranoto (iNews.id)
4. Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency)
5. Donal Husni (Jurnalis freelance)
6. Warta ( kapten kapal)
7. Sukarman (Anak buah kapal)
8. Heriyanto (pemandu perjalan)
Mewakili seluruh wartawan yang hadir, Penasehat PWI Lampung Selatan, Rudi Apriadi, menyampaikan bahwa menyalakan 1.000 lilin bukan hanya untuk menerangi gelapnya malam, namun juga untuk menjaga harapan agar kelima jurnalis serta tiga ABK dapat segera pulang.
“Kita berkumpul menyalakan lilin, penuh doa. Menitipkan harapan, menguatkan keluarga, serta menyuarakan satu pesan, bahwa kita masih menunggu. Semoga cahaya dari 1.000 lilin ini menjadi doa yang menembus gelapnya laut, menjadi kekuatan bagi keluarga yang menanti dan menjadi pengingat bahwa mereka tak sendiri,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
(Gus)


















